<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tempat Sejarah Surabaya &#8211; Surabaya Roll Cake</title>
	<atom:link href="https://www.surabayarollcake.com/tag/tempat-sejarah-surabaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.surabayarollcake.com</link>
	<description>Oleh Oleh Khas Surabaya Yang Terbaru &#38; Kekinian</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 Mar 2019 00:55:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.6.3</generator>
	<item>
		<title>Gereja Kepanjen, Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria</title>
		<link>https://www.surabayarollcake.com/blog/gereja-kepanjen-gereja-katolik-kelahiran-santa-perawan-maria/</link>
					<comments>https://www.surabayarollcake.com/blog/gereja-kepanjen-gereja-katolik-kelahiran-santa-perawan-maria/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Atap Rasa]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Mar 2019 13:03:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bangga Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Sejarah Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Religi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.surabayarollcake.com/?p=11186</guid>

					<description><![CDATA[<p>Masyarakat Surabaya khususnya umat Katolik pasti sudah akrab dengan nama Gereja Kepanjen. Gereja ini memiliki nama asli Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria, namun karena lokasinya berada di Jalan Kepanjen No.4-6 Surabaya maka namanya pun identik dengan nama jalan dimana gereja ini berada. Gereja Kepanjen Dan Gereja Tertua di Surabaya Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria merupakan salah satu gereja tua di Surabaya. Bangunan gereja ini berada di samping gedung SMA Katolik Frateran. Sehingga tempat ini sering pula dijadikan lokasi beribadah oleh para siswa dan juga staf pengajar di SMA tersebut. Gereja Kepanjen ini sudah berdiri sejak sebelum kemerdekaan Indonesia. Dimana gereja ini sudah berdiri sejak tahun 1899 dan dirancang oleh seorang arsitek yang bernama W. Westmaas yang berasal dari Semarang. Pembangunan gereja ini tidak memakan waktu lama, hanya membutuhkan waktu setahun untuk diresmikan pada tanggal 5 Agustus 1900. Meski sudah cukup tua usia Gereja Kepanjen, namun Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan ini bukanlah gereja tertua di Surabaya. Sebab, sebelumnya sudah ada gereja yang lebih dahulu berdiri sejak tahun 1822. Gereja tertua yang menjadi gereja pertama di Surabaya ini, memiliki arsitektur khas Eropa dan berada di Roomsche Kerkstraat atau sekarang bernama Jalan Cendrawasih. Gereja ini dibuat sebagai persembahan kepada St. Perawan Maria. Sejarah Gereja Pertama Di Surabaya Sejarah awal berdirinya gereja pertama di Surabaya ini diawali kedatangan dua orang pastor yaitu Hendricus Waanders dan Philipus Wedding. Kemudian, pastor Wedding meneruskan perjalanan ke Batavia sedangan pastor Hendricus memutuskan menetap di Surabaya. Selama di Surabaya Pastor Hendricus menggunakan rumahnya sebagai tempat pelayanan umat, hingga sampai didirikannya gedung gereja pada tahun 1822 tersebut. Dari data sejarah ini, maka bisa disimpulkan bahwa pelayanan umat Katolik di Surabaya sudah berjalan sejak tahun 1810. Pada tahun 1815 Pastor Hendrikus Waanders Pr. mendirikan stasi yang pertama di Surabaya, merupakan stasi kelima di Indonesia setelah Jakarta/Batavia &#8211; Semarang... </p>
<p><a class="readmore" href="https://www.surabayarollcake.com/blog/gereja-kepanjen-gereja-katolik-kelahiran-santa-perawan-maria/">Baca Selanjutnya</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.surabayarollcake.com/blog/gereja-kepanjen-gereja-katolik-kelahiran-santa-perawan-maria/">Gereja Kepanjen, Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.surabayarollcake.com">Surabaya Roll Cake</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.surabayarollcake.com/blog/gereja-kepanjen-gereja-katolik-kelahiran-santa-perawan-maria/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Monumen Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember Surabaya</title>
		<link>https://www.surabayarollcake.com/blog/monumen-tugu-pahlawan-dan-museum-sepuluh-nopember-surabaya/</link>
					<comments>https://www.surabayarollcake.com/blog/monumen-tugu-pahlawan-dan-museum-sepuluh-nopember-surabaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Atap Rasa]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2019 16:40:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bangga Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Sejarah Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.surabayarollcake.com/?p=10977</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wisata Sejarah Di Monumen Tugu Pahlawan Surabaya Bagi arek Suroboyo, Monumen Tugu Pahlawan Surabaya merupakan salah satu ikon bersejarah yang menjadi ciri khas kota ini. Monumen ini memiliki ketinggian 41,5 meter dengan bentuk menyerupai lingga atau paku yang berdiri terbalik. Penampilan tugu ini cukup unik dengan lengkungan sejumlah 10 lengkungan dan terbagi menjadi 11 ruas. Monumen Tugu Pahlawan Surabaya dibangun sebagai bentuk penghormatan bagi para pejuang di Surabaya yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Di areal Tugu Pahlawan ini juga dibangun Museum Perjuangan Sepuluh Nopember berisi sejarah tentang pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Semua ukuran yang terdapat pada Monumen Tugu Pahlawan memiliki falsafah yang sesuai dengan sejarah kota Surabaya itu sendiri. Dimana tinggi ruas dan lengkungan yang ada dalam tugu ini mengandung arti tanggal 10 bulan 11 tahun 1945. Hal ini merupakan tanggal yang sangat bersejarah, bukan hanya bagi masyarakat Surabaya saja. Namun, pada tanggal tersebut bagi masyarakat Indonesia memiliki arti sebagai peristiwa pertempuran 10 November 1945. Pada tanggal itulah, para pemuda Surabaya khususnya, berjuang melawan pasukan Sekutu yang datang bersama tentara Belanda. Mereka datang untuk kembali menjajah Indonesia yang sudah menyatakan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Jadi dapat dikatakan pembanguanan Monumen Tugu Pahlawan sebagai isyarat bahwa masyarakat Surabaya menolak kedatangan para penjajah untuk kedua kalinya. Arek-arek Suroboyo melakukan perlawanan dengan dipimpin oleh Bung Tomo. Banyak masyarakat Surabaya dan para pejuang yang gugur dalam peristiwa pada tanggal 10 November 1945 tersebut. Untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur pada peristiwa tersebut, maka kemudian dibangunlah sebuah tugu peringatan. Agar para generasi penerus mampu memahami perjuangan para pahlawan dan meneruskan semangat perjuangan tersebut dalam mengisi kemerdekaan. Lokasi Monumen Tugu Pahlawan Surabaya Pembangunan monumen Tugu Pahlawan Surabaya ditujukan sebagai media agar para generasi penerus bangsa tidak lupa pada sejarah yang pernah ada di Indonesia, khususnya Surabaya. Bahwa kemerdekaan yang sudah dinikmati... </p>
<p><a class="readmore" href="https://www.surabayarollcake.com/blog/monumen-tugu-pahlawan-dan-museum-sepuluh-nopember-surabaya/">Baca Selanjutnya</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.surabayarollcake.com/blog/monumen-tugu-pahlawan-dan-museum-sepuluh-nopember-surabaya/">Monumen Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember Surabaya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.surabayarollcake.com">Surabaya Roll Cake</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.surabayarollcake.com/blog/monumen-tugu-pahlawan-dan-museum-sepuluh-nopember-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jembatan Merah Surabaya Jaman Dulu Dan Sekarang</title>
		<link>https://www.surabayarollcake.com/blog/jembatan-merah-jaman-dulu-sekarang/</link>
					<comments>https://www.surabayarollcake.com/blog/jembatan-merah-jaman-dulu-sekarang/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Atap Rasa]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2018 04:12:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bangga Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Sejarah Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.surabayarollcake.com/?p=10738</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jembatan Merah Saksi Sejarah Yang Berubah Menjadi Wisata Sejarah Memang tak bisa dipungkiri bahwa Surabaya menjadi kota yang dipenuhi dengan rentetan peristiwa sejarah di masa lampau. Tak ayal, Surabaya memang sesuai dengan julukannya sebagai Kota Pahlawan. Banyaknya peristiwa sejarah yang telah terjadi di kota ini juga turut meninggalkan beragam saksi dan bukti sejarah, salah satunya adalah Jembatan Merah. Jembatan Merah Surabaya ini berada di Jalan Kembang Jepun daerah Nyamplungan, Pabean Cantian. Menjadi satu jembatan bersejarah dari beberapa jembatan lain yang ada di kota Pahlawan ini. Selain itu, jembatan inilah yang identik dengan warna merah pada setiap rangkanya, karena memang untuk lebih menekankan pada nama yang telah melekat di dalamnya, yaitu Jembatan Merah. Jembatan Merah Surabaya di Masa Lampau Jembatan Merah merupakan karya yang telah dibuat beratus-ratus tahun yang lalu. Pembangunan jembatan ini berdasarkan pada kesepakatan yang telah dibuat oleh Pakubowono II dari Mataram dan VOC pada tahun 1743. Pada masa pendudukan VOC di Surabaya, jembatan Merah ini menjadi bagian vital yang ada di jantung kota. Di kawasan jembatan Merah ini, pembangunan dilakukan secara terus-menerus sampai menjadikannya sebagai satu kawasan yang ramai. Banyak kapal layar yang bersandar di sekitaran jembatan ini. Jembatan Merah ini menghubungkan dua bagian yaitu bagian barat dan bagian timur. Bagian barat dari Jembatan Merah merupakan area yang banyak dipenuhi oleh pedagang besar dari Eropa. Selain itu, juga banyak ditemukan maskapai dan sejumlah bank untuk mengoperasikan bisnisnya. Sedangkan, di kawasan timur Jembatan Merah lebih diperuntukan sebagai kawasan elit untuk beberapa etnis tertentu, misalnya Tionghoa, Arab dan juga Melayu. Dinamakan sebagai kawasan elit karena daerah Jembatan Merah ini dipercaya mampu memberikan keuntungan yang besar bagi para pengusaha asing di sana. Untuk mengawasi keberadaan jembatan Merah ini, dibangunlah gedung Karesidenan Surabaya tepat pada bagian ujung barat jembatan. Hal ini bertujuan agar memudahkan pada pengawasan dan pengontrolan kebersihan, keamanan dan juga... </p>
<p><a class="readmore" href="https://www.surabayarollcake.com/blog/jembatan-merah-jaman-dulu-sekarang/">Baca Selanjutnya</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.surabayarollcake.com/blog/jembatan-merah-jaman-dulu-sekarang/">Jembatan Merah Surabaya Jaman Dulu Dan Sekarang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.surabayarollcake.com">Surabaya Roll Cake</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.surabayarollcake.com/blog/jembatan-merah-jaman-dulu-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kya Kya di Kembang Jepun Surabaya</title>
		<link>https://www.surabayarollcake.com/blog/kya-kya-di-kembang-jepun-surabaya/</link>
					<comments>https://www.surabayarollcake.com/blog/kya-kya-di-kembang-jepun-surabaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Atap Rasa]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Oct 2018 00:58:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bangga Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Sejarah Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.surabayarollcake.com/?p=10617</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika Semarang punya kawasan Johar sebagai pusat perdagangan tertua di kota tersebut, atau Bandung dengan Braga-nya yang kental dengan nuansa kolonial, maka Surabaya pun punya kawasan serupa. Namanya Kya Kya Kembang Jepun. Kawasan kota lama yang juga diabadikan sebagai nama jalan ini, menyimpan ingatan masa lalu Kota Surabaya yang penuh dengan peristiwa sarat makna. Nama jalan Kya kya merupakan nama baru pengganti jalan Kembang Jepun, berikut ini kita kupas sejarahnya. Bayangkan saat Anda kya-kya (jalan-jalan) menelusuri jalanan di kawasan ini. Meski panjangnya tidak mencapai 1 km, tapi selalu berdenyut setiap hari, siang maupun malam. Pada siang hari, jalanan ini penuh dengan hiruk pikuk perniagaan dan perkantoran. Pertokoan yang menjual perlengkapan kantor, peralatan rumah tangga, busana, furniture, hingga grosiran begitu banyak ditemukan. Belum lagi dengan hadirnya toko-toko yang menjual makanan, cemilan atau oleh oleh khas surabaya yang memanjakan lidah pembelinya. Begitu pula bangunan yang difungsikan sebagai area perkantoran, seperti bank, perusahaan swasta, atau perkantoran pemerintah setempat. Menambah padat tingkat kesibukan seiring dengan keramaian kendaraan yang melintasinya. Uniknya, pertokoan atau perkantoran di sepanjang Jalan Kembang Jepun ini, sebagian besarnya merupakan bangunan berarsitektur klasik. Kita pun seakan terpesat ke masa Surabaya tempo doeloe. Masa yang telah lama dilampaui, tapi terbekukan di tempat ini. Bagi Anda pencinta fotografi, ada begitu banyak spot menarik yang menanti diabadikan dalam jepretan kamera. Kembang Jepun adalah surganya, surga para pencinta bangunan yang beraurakan klasik. Ada pun saat malam menjelang, kesibukan berganti dengan keramaian kuliner khas Surabaya yang dijajakan. Boleh dibilang tidak ada tempat di Surabaya yang menawarkan makanan lokal selengkap di kawasan ini. Interaksi dengan penjual atau dengan sesama pembeli pun turut memeriahkan suasana Kembang Jepun di malam hari. Dijamin, jika Anda adalah seorang traveler yang menyukai perjalanan ke tempat-tempat bernilai sejarah, dan ingin merasakan aura masa lalu di tempat tersebut, Kembang Jepun adalah pilihan tepat. Tata perkotaan... </p>
<p><a class="readmore" href="https://www.surabayarollcake.com/blog/kya-kya-di-kembang-jepun-surabaya/">Baca Selanjutnya</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.surabayarollcake.com/blog/kya-kya-di-kembang-jepun-surabaya/">Kya Kya di Kembang Jepun Surabaya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.surabayarollcake.com">Surabaya Roll Cake</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.surabayarollcake.com/blog/kya-kya-di-kembang-jepun-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jelajahi Museum Surabaya Gedung Siola Tunjungan</title>
		<link>https://www.surabayarollcake.com/blog/museum-surabaya-gedung-siola-tunjungan/</link>
					<comments>https://www.surabayarollcake.com/blog/museum-surabaya-gedung-siola-tunjungan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Atap Rasa]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Oct 2018 15:40:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bangga Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Sejarah Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.surabayarollcake.com/?p=10528</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejarah Masa Lampau Museum Surabaya Siola Coba ingat kembali, kapan terakhir kali Anda berkunjung ke museum? Tidak perlu malu jika jawabannya sekitar 10 atau 15 tahun yang lalu. Ya, masyarakat di Indonesia memang belum memiliki tradisi menjadikan museum sebagai tempat wisata atau penghibur lelah kala akhir pekan. Nah, anggapan tersebut berusaha didobrak oleh Museum Surabaya Siola. Ada keunikan yang membuat Anda dijamin betah berlama-lama di museum ber-alamat Jl. Tunjungan No.1, Genteng, Kota SBY, Jawa Timur ini. Museum Surabaya Siola unik! Mengapa dibilang unik? Karena museum yang terletak di Jalan Tunjungan Surabaya ini (di sudut bertemunya Jalan Tunjungan dan Jalan Genteng Kali), awalnya dibangun bukan sebagai museum. Tapi, dibangun sebagai salah satu gedung sentra bisnis sejak dari zaman kolonial. Wow! Jadi usia gedung Siola, lokasi Museum Surabaya ini berada sudah sangat tua. Melintasi tiga masa, yakni masa kolonial Belanda atau Inggris, kemudian penjajahan Jepang, hingga masa kemerdekaan. Pada masa kolonial Belanda atau Inggris, gedung tersebut digunakan sebagai pusat toko serba ada. Pun ketika Jepang menjajah Indonesia, gedung Siola tidak bergeser fungsinya sebagai toko yang menjual koper merk ternama kala itu. Sejarah Gedung Siola, Tempat Museum Surabaya Mengulas sejarah singkat Museum di Surabaya ini tentunya dimulai dari sejarah gedung siola, gedung tempat Museum Surabaya berada yang sekarang kita kenal. Awalnya gedung ini bernama Whiteaway Laidlaw &#38; Co. Didirikan pada tahun 1877 oleh seorang yang bernama Robert Laidlaw, pemodal asing asal Inggris dan pemilik bank bernama Whiteaway Laidlaw Bank. Robert Laidlaw menyulap sebidang tanah di pojok jalan Jl Tunjungan dan Gentengkali menjadi pusat grosir dan eceren paling lengkap. Tidak lama setelah pusat grosir ini dibangun, tepatnya tahun 1880 terjadi pembongkaran tembok benteng kota membuat Tunjungan berkembang pesat dan menjadi sentra perdagangan baru di wilayah selatan. Tahun 1943 saat terjadi pergantian penjajahan dari bangsa Belanda ke bangsa Jepang, Whiteaway Laidlaw &#38; Co diambil alih... </p>
<p><a class="readmore" href="https://www.surabayarollcake.com/blog/museum-surabaya-gedung-siola-tunjungan/">Baca Selanjutnya</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.surabayarollcake.com/blog/museum-surabaya-gedung-siola-tunjungan/">Jelajahi Museum Surabaya Gedung Siola Tunjungan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.surabayarollcake.com">Surabaya Roll Cake</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.surabayarollcake.com/blog/museum-surabaya-gedung-siola-tunjungan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Page Caching using disk: enhanced 
Minified using disk

Served from: www.surabayarollcake.com @ 2021-05-01 10:01:46 by W3 Total Cache
-->