Taman Bakau Wonorejo, Wisata Hutan Mangrove Surabaya

Wisata Mangrove Wonorejo Surabaya

Surabaya memang telah banyak dikenal masyarakat luas sebagai kota industri, kota pemerintahan, kota sejarah, kota pahlawan dan beberapa istilah identic lainnya. Walau dikenal sebagai kota metropolitan dan menjadi salah satu kota tersibuk di Indonesia, pemerintah Kota Surabaya masih memperhatikan tanaman dan tumbuhan hijau sebagai paru-paru kota. Banyak taman-taman yang dirawat secara baik untuk mengurangi polusi udara, diantaranya ada Taman Bungkul yang selalu ramai dikunjungi warga Surabaya, ada Taman Prestasi, Kebun Bibit, dan lain-lain. Ada juga Kebun Binatang Surabaya selain tempat satwa-satwa juga memiliki pohon-pohon besar nan asri yang berguna sebagai paru-paru kota.

Selain taman, Surabaya juga masih memiliki hutan yakni Hutan Bambu didaerah Sukolilo dan Hutan Bakau di Wonorejo. Banyak sebutan untuk hutan bakau ini, ada yang menyebut taman bakau, ada yang menyebut taman mangrove, ada juga yang menyebut sebagai hutan mangrove surabaya. Namun Surabaya dengan hutan mangrove-nya masih tidak banyak orang yang tahu tentang hal ini. Inilah Surabaya sekarang yang memiliki hutan mangrove sebagai salah satu destinasi taman wisata yang layak dikunjungi oleh wisatawan, baik wisatawan domestik maupun luar negeri.

Hutan Mangrove Surabaya

Hutan Mangrove adalah hutan ataupun kumpulan pepohonan yang tumbuh di air payau, yang dikenal juga sebagai hutan bakau. Hutan Mangrove Surabaya berada di wilayah Wonorejo, tepatnya di jalan raya Wonorejo, Rungkut Surabaya. Sebagai kawasan hutan mangrove atau hutan bakau, kawasan ini memang dipenuhi dengan sekumpulan pohon bakau di sekeliling bibir pantainya.

Hutan Mangrove dibibir pantai

Surabaya memang menjadi kota yang berada di pinggir pantai. Hanya saja, keberadaan dari hutan mangrove di Surabaya ini baru saja dibuka pada sekitar tahun 2010 sebagai salah satu bentuk keprihatinan atas kondisi pantai timur Surabaya yang saat itu kerap kali mengalami abrasi. Sehingga, diwujudkanlah hutan bakau ini untuk menjaga kelestarian pantai. Saat ini pengelolaan hutan mangrove surabaya sudah diambil alih oleh pemerintahan kota. Dan sekarang ini sudah dikembangkan menjadi satu destinasi wisata unik yang ada di area Kota Surabaya.

Selain sebagai tujuan wisata, hutan mangrove surabaya memiliki fungsi sebagai penyaring polusi air laut oleh limbah-limbah industri dan kapal laut, tempat berkembangbiak-nya hewan-hewan jenis tertentu, dan yang terpenting adalah sebagai penyanggah Kota Surabaya, penyanggah garis pantai dari abrasi air laut. Oleh karena itu pemerintah kota dan pengelola ekowisata mangrove ini terus menjaga kelestariannya dengan sering melakukan kegiatan-kegiatan konservasi, salah satunya penanaman kembali bibit-bibit pohon bakau.

Bibit Pohon Bakau Hutan Mangrove

foto: Penanaman bibit pohon bakau (ekowisata-mangrove-wonorejo.com)

Menelusuri Hutan Mangrove di Surabaya

Untuk mencapai lokasi hutan mangrove di surabaya, anda harus melewati jalan kayu yang akan mengarahkan perjalanan pada sebuah pendopo. Pendopo inilah yang digunakan oleh sebagian orang sebagai tempat beristirahat sejenak sebelum menuju areal dermaga di mana di sana terdapat sejumlah perahu yang akan menghantarkan perjalanan Anda menuju jantung dari hutan mangrove surabaya ini. Pada area ini, ada beberapa pohon bambu yang tertata rapi sebagai pemandangan awal untuk menuju pemandangan alami hutan mangrove.

Wisata Mangrove Wonorejo Surabaya

foto: pcesurabaya.com

Pusat hutan mangrove harus dicapai dengan menggunakan perahu. Setiap orang akan dikenakan biaya 25 ribu rupiah dan untuk anak-anak sebesar 15 ribu rupiah. Perahu ini berukuran lumayan besar karena mampu menampung beberapa orang sampai puluhan orang.

Selain perahu, terdapat pilihan lain yaitu speedboat tentu dengan biaya sewa yang lebih tinggi, yaitu sekitar 300 ribu per kapalnya. Speedboat ini hanya dapat menampung sekitar enam orang saja untuk satu kapal.

berjalan di hutan mangrove Surabaya

foto: IG @florrence_evy

Setelah sampai di area hutan mangrove surabaya dan turun dari kapal, jembatan bambulah yang akan menyambut perjalanan Anda untuk kemudian berjalan menembus hutan mangrove. Saat melewati jembatan bambu ini, di sekeliling anda, akan terlihat sekumpulan hewan liar yang seakan sudah taka sing lagi dengan keberadaan manusia, sebut saja seperti monyet dank era yang sedang bergelantungan dengan ceria di cabang pohon mangrove yang ada di sana. Selain kera, aneka jenis burung juga meramaikan pemadangan alami nan asri di lokasi ini.

Tentu saja, di sekeliling jembatan ini, artis utama dari hutan mangrove ini yaitu pohon mangrove dapat dilihat berdiri kokoh dan tegar. Pohon mangrove atau pohon bakau ini selain dapat difungsikan untuk memperkuat struktur tanah yang ada di pantai sehingga mencegah terjadinya abrasi juga mampu memberikan satu nuansa pemandangan yang sangat indah, natural, asri dan menyejukan. Udara di sana juga terasa sangat sejuk dan jauh dari polusi kota.

Selain itu, akar pohon bakau yang sangat kuat serta pohonnya sendiri yang juga berdiri tegar di bibir pantai dapat difungsikan untuk menjaga gelombang yang masuk ke pantai. Sehingga gelombang tersebut tidak masuk ke area perkotaan yang akan memberikan efek buruk bagi tata kota itu sendiri.

Semakin masuk ke areal hutan, maka hutan bakau yang ada akan semakin terkesan lebih lebat lagi dibandingkan dengan lokasi pintu masuk. Beberapa bagian pohon bahkan ada yang mampu membuat semacam lorong buatan dari dahan-dahannya. Ada sejumlah lorong di kawasan menuju hutan ini. Di sinilah bias any para pengunjung akan berhenti sejenak untuk menikmati keindahan hutan bakau ini.

Kebun Sayur di Hutan Mangrove

foto: IG @mangrovesurabaya

Pada ujung jalanan bambu yang telah ditempuh untuk menuju jantung hutan mangrove surabaya, terdapat beberapa gazebo yang difungsikan juga sebagai areal peristirahatan bagi para pengunjung. Di sinilah, anda dapat menikmati keindahan alam dari hutan bakau ini.

Tiket Masuk Hutan Mangrove Surabaya

Harga tiket masuk hutan mangrove adalah Rp. 0.- alias gratis! Karena untuk masuk ke dalam area lokasi hutan mangrove di surabaya ini tidak ditarik biaya (kecuali biaya parkir dan juga biaya naik kapal yang sudah disebutkan di awal tadi), maka dibuatlah peraturan mengenai durasi pengunjung untuk dapat menikmati keindahan hutan bakau ini. Setiap pengunjung hanya diberikan waktu sekitar satu setengah jam untuk berada di dalam hutan. Hal ini untuk memberikan kesempatan pada pengunjung lainnya agar dapat juga menikmati suasana hutan yang asri, selain itu, juga akan menghindari hutan terkesan penuh sesak dengan banyaknya manusia yang berada di lokasi hutan bakau ini.

Inilah keindahan hutan mangrove gunung anyar yang ada di Surabaya. Sebagai salah satu kota yang berada di kawasan pantai, Surabaya mampu untuk memanfaatkan pantainya sebagai kawasan hutan bakau yang bernilai wisata. Jika ingin berwisata ketempat ini silahkan kunjungi dulu situs resmi mereka yaitu ekowisata-mangrove-wonorejo.com atau jika ingin melakukan kegiatan konservasi hutan bakau ini bisa hubungi pihak pengelola, nomor kontak pengelola tercantum pada website tersebut. – #BanggaSurabaya

Share ya..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!